ALAM YANG INDAH

Oleh :
Diminggus Efendi


Pagi hari yang cerah
Sawah membentang luas
Udara segar tanpa polusi
Suara burung berkicau-kicau
Membuat ku bersemangat sekolah

Aku pergi sekolah
Melewati sawah hijau
Melihat seorang petani
Sedang membajak sawah

Sepulang sekolah
Aku membantu ayah
Menanam padi
Dan membajak sawah

Aku bersemangat sekolah
Untuk mencapai cita-cita ku
Menjadi seorang guru
Pahlawan tanpa tanda jasa

MARHABAN YA RAMADHAN

Oleh: Syaiful

Ancaman Bagi Orang Yang Tidak Berpuasa Di Bulan Suci Ramadhan Tanpa Udzur

Dari Abu Hurairah, dia berkata, Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi Wa Sallam bersabda, “Barangsiapa yang berbuka (tidak berpuasa) sehari di bulan Ramadhan tanpa mendapatkan rukhshoh (keringanan) dan juga tanpa adanya sakit, maka seluruh puasa yang dilakukannya selama setahun tidak dapat menimpalinya (membayarnya).” (HR.at-Turmudziy).

Seruan
Sesungguhnya orang-orang yang dengan terang-terangan berbuka (tidak berpuasa) di siang hari pada bulan suci Ramadhan sementara kondisi mereka sangat sehat dan tidak ada ‘udzur yang memberikan pada mereka untuk tidak berpuasa adalah orang-orang yang sudah kehilangan rasa malu terhadap Allah dan rasa takut terhadap para hamba-Nya, otak-otak mereka telah dipenuhi oleh pembangkangan, hati mereka telah dipermainkan dan disentuh oleh syaithan dan gelimang dosa.

Mereka tidak menyadari bahwa dengan tidak berpuasa tersebut, berarti mereka telah menghancurkan salah satu dari rukun-rukun Islam ini. Mereka adalah orang-orang yang fasiq, kurang iman dan rendah derajatnya di sisi Alloh SWT.

Orang-orang yang terang-terangan tidak menjalani puasa sama artinya “melawan” firman Alloh SWT, sesunggugnya azab Alloh itu sangatlah pedih. Sanggupkah kita menjalaninya? Jawabanya kembali kepada kita masing-masing

ARARA ABADI SERAHKAN SERIBU BIBIT KE SMP NURUL FALAH

PT. Arara Abadi kembali menunjukkan komitment terhadap kelestarian lingkungan. Komitmen tersebut diwujudkan dengan menyerahkan Seribu bibit Pohon Eucalyptus Pelita (EP05) kepada SMP Nurul Falah Pekanbaru.

Secara Simbolis bantuan ini diserahkan Manager Publik Affair Arara Abadi, Stephanus Adrianto di dampingi Musrizal Yatim kepada Humas SMP Nurul Falah, Syaiful.
“kami sudah lama mengharapkan bantuan bibit ini untuk ditanam di areal bumi perkemahan Yayasan Nurul Falah Kilometer 18 Kulim. Sehingga diharapkan lokasi tersebut tidak lagi gersang tetapi dipenuhi pohon Eucalyptus,” Ujar Syaiful usai menerima bantuan.

Syaiful mengucapkan terima kasih atas bantuan bibit yang diserahkan Arara Abadi. “Setelah membaca berita di Riau Pos, kami lansung mencari informasi bagaimana mendapatkan bantuan bibit dari Arara Abadi. Alhamdulillah prosesnya cepat tidak terlelu lama, Arara Abadi menyetujui untuk memberikan bantuan bibit Eucalyptus,” imbuhnya.

Manager Publik Affair Arara Abadi Stephanus Adrianto mengatakan bantuan tersebut merupakan program rutin Arara Abadi untuk penghijauan sekolah. Perusahaan bukan hanya bibit namun juga akan melakukan pemantauan dan pemberian pupuk. “Sejenis program go green ke sekolah. Nanti setelah pohonnya sudah besar, kami juga akan memberikan bantuan bibit buah,” jelasnya.

Stephanus Adrianto mengatakan pihaknya sangat memberikan apresiasi terhadap sekolah yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Kepedulian ini diharapkan dapat diikuti pihak sekolah lainnya.

PELETAKAN BARU PERTAMA PEMBANGUNAN GEDUNG SMP NURUL FALAH

Sejak awal berdirinya tahun 1967, Yayasan Nurul Falah selalu komit dengan misinya untuk meningkatkan mutu pendidikan dalam lingkungan yayasan, dimana saat ini Yayasan Nurul Falah mdngasuh tiga sekolah yaitu SMP, SMA dan SMK Nurul Falah. Baru-baru ini telah dilaksanakan peletakan batu pertama untuk pembangunan gedung SMP Nurul Falah cabang, di tanah Yayasan Nurul Falah seluas 4 Hektar di Tanayan Raya Pekanbaru.

Dimana peletakan batu pertama gedung SMP Nurul Falah tersebut dilakukan lansung Ketua PGRI Prof DR. H. Isjoni, M.Si yang juga menjabat sebagai Ketua Komite sekolah di lingkungan Yayasan Nurul Falah.

Disela-sela acara yang digelar, Isjoni sedikit bercerita tentang kenangannya bersama Yayasan Nurul Falah, Isjoni mengatakan bahwa Yayasan Nurul Falah sudah mendarah daging pada dirinya, karena sebelumnya Isjoni pernah menjabat sebagai kepala sekolah di tiga sekolah yang berada dalam naungan yayasan, bahkan beliau juga merupakan salah seorang yang berperan dalam berdirinya SMK Nurul Falah.

Mengenai pembangunan gedung baru, pengurus Yayasan Nurul Falah Helman B, mengatakan bahwa pembangunan gedung baru itu bisa tercapai berkat kesabaran dari pihak yayasan untuk menabung sedikit demi sedikit uang tiap tahunnya. Karena menurut Helman B, sejak awal kepemilikan lahan seluas 4 hektar itu adalah memang dimaksud untuk pembangunan komplek perguruan untuk pembangunan komplek Yayasan Nurul Falah. Bukan hanya SMP, Helman juga menjelaskan dengan adanya lahan yang mereka miliki, juga direncanakan akan membangun gedung SMA Plus Nurul Falah.

KOMPANG

Adalah sejenis alat musik tradisional yang paling popular bagi masyarakat Melayu. Ia tergolong dalam kumpulan alat musik gendang. Kulit kompang biasanya dibuat dari kulit kambing.
Pada kebiasaannya, seurat rotan akan diselit dari bagian belakang antara kulit dan bingkai kayu bertujuan menegangkan permukaan kompang, bertujuan menguatkan bunyi kompang. Kini, gelung plastik turut digunakan.
Alat musik ini berasal dari negara Arab dan dipercayai dibawa masuk ke Tanah Melayu ketika zaman Kesultanan Melaka oleh pedagang India Muslim, atau melalui Jawa pada abad ke-13 oleh pedagang Arab.
Kompang biasanya berukuran enam belas inci ukur lilit dan ditutup dengan kepingan kulit pada sebelah permukaan. Ia mempunyai bukaan cetek dan dimainkan dengan memegang dengan sebelah tangan sementara dipalu dengan sebelah tangan yang lain.

Grup Kompang SMP Nurul Falah Pekanbaru
Cara memalu kompang ialah dengan menepuk kulit kompang dengan bagian jari-jari atau tapak tangan mengikut rentak. Kompang biasanya dimainkan pada acara perarakan, kenduri dan upacara-upacara tradisi lain.
Bunyi yang berlainan dihasilkan dengan membedakan cara bukaan tapak tangan. Bunyi ‘bum’ di peroleh dengan tepukan di sisi kompang dan tapak tangan dikuncup/rapat. Bunyi ‘pak’ di peroleh dengan tepukan di tengah kompang dengan jari tangan yang terbuka.
Paluan kompang terbagi kepada 2 bagian yaitu paluan tradisi dan paluan moderen ataupun kreatif. Paluan tradisi adalah paluan di mana memukul kompang sambil menyayi ataupun bersyair dalam versi Arab ataupun bahasa Melayu klasik. Manakala paluan moden pula di mana paluan tersebut diselitkan dengan gerakan ataupun tarian. Di Sabah, pertandingan kompang sering diadakan untuk menghidupkan kembali kesenian Melayu yang telah hampir hilang ini.

MUTU DAN PROFESIONAL GURU

Oleh :
Prof. DR. H. Isjonim M.Si
Peningkatan mutu dan profesionalisme guru tidak dapat dipisah-pisahkan. Dua hal ini akan memberikan warna terhadap kualitas pendidikan di Provinsi Riau. Peningkatan mutu mutlak dilakukan, dan semua pihak ikut bersatupadu saling bahu membahu.
Peran pemerinah sangat besar di dalam upaya peningkatan mutu pendidikan, pemerintah secara terus menerus melakukan upaya-upaya stategis bagaimana mutu pendidikan setiap tahun selalu meningkat. Hal ini ditandai dengan beberapa kali perubahan kurikulum, tujuan perubahan tersebut tidak lain, agar mutu pendidikan meningkat, dan bagai mana terwujud pendidikan bermutu.
Apa yang kita saksikan, bahwa perubahan kurikulum pendidikan belum menunjukkan hasl maksimal, dan belum mampu untuk mengangkat marwah pendidikan di dengeri ini, sehingga harapan agar negeri kita sejajar dengan bangsa-bangsa lain belum dapat terwujud.
Peningkatan mutu pendidikan tidak terlepas dari peran guru, karena guru merupakan tokoh sentral di dalam proses pembelajaran. Guru yang profesional, akan mampu menhasilkan murid yang bermutu pula. Oleh sebab itu, untuk mewujudkan pendidikan bermutu, diperlukan guru-guru profesional.
UPAYA PENINGKATAN MUTU
Upa upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan di negeri kita, strategis antara lain :
Pertama, Komitmen semua pihak, baik pemerintah, masyarakat, sekolah, orang tua, dan murid, untuk bersama-sama meningkatkan mutu pendidikan.
Kedua, menimplementasikan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dalam rangka memberikan otonomisasi kepada sekolah secara penuh.
Ketiga, meningkatkan tenaga guru, karena saat ini negeri kita Riau saja kekurangan guru ribuan orang.
Keempat, meningkatkan kualitas guru, disemua jenjang dan jenis pendidikan, baik melalui penyetaraan pendidikan, maupun berupa diklat-diklat.
Kelima, menciptakan iklim dan suasana kompetitif dan kooperatif antara sekolah dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan sekolah masing-masing.
Keenam, pengadaan inprastruktur sekolah, terutama berkenaan dengan penyediaan sarana pembelajaran, seperti laboratorium, pustaka, UKS, dan ruang belajar yang memadai.
Ketujuh, membenahi manajemen sekolah dan manajemen kelas, dan ini secara langsung akan berkaitan dengan mutu pendidikan.
PROFESIONALISME GURU
Peningkatan profesional guru mutlak dilakukan, karena akan berkaitan dengan mutu pendidikan, upaya yang dapat dilakukan di dalam meningkatkan profesioanl guru antara lain :
1. Memilihi guru merupakan pilihan utama dan utama bagi calon mahasisw LPTK.
2. Rekruitmen calon guru, tentunya mahasiswa yang ingin menjadi guru, harus melalui berbagai seleksi, tidak hanya kemampuan tertulis, juga dilakukan psikotes dan tes psikologi.
3. Pada tataran pertama memilih guru sebagai profesi, bahwa pilihannya untuk menjadi guru berdasarkan hati nurani (rouping), dan bukan karena paksaan.
4. Guru memiliki motivasi untuk terus belajar dan belajar, melalui motivasinya membaca, mendengar dan melihat berbagai media massa ataupun buku-buku yang bermanfaat dan memberi dampak terhadap keluasan materi yang akan diajarkannya, atau memperluas bahan ajar dari bidang ilmunya.
5. Menghayati dan memahami hakii dari kode etik guru, karena semua komponen di dalamnya merupakan acuan dan rambu-rambu yang harus diimplementasikan oleh guru, baik dikelas maupun masyarakat.
6. Mau dan bersedia tanpa paksaa untuk mengikuti berbagai diklat, sehingga dapat menambah pengetahuan dan keterampilan guru.
7. Pada pikiran guru, bahwa pendidikan yang diperolehnya masih minim, dan karena itu guru harus selalu menuntut ilmu
8. Guru menyadari sepenuhnya, bahwa profesi yang dipilihnya merupakan anugerah dan rahmat Allah SWT, yang patut disyukuri
PENUTUP
Antara lain peningkatan mutu dan guru prpfesional merupakan dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan.
Kedua dua menyatu, dan saling bersatu untuk mewujudkan pendidikan bermutu sebagai mana yang diharapkan bersama.

GERAKAN INDONESIA BERSATU

Banyak beragam cara untuk memeriahkan memperingati hari Sumpah Pemuda hari ini, salah satunya adalah dengan mengadakan upacara.

Tadi pagi di Lapangan Bukit Senapelan Kota Pekanbaru yang dihadiri oleh siswa siswa SMP, SMA dan SMK dalam lingkungan Yayasan Nurul Falah. Upacara berlangsung dengan sangat khidmat yang Pimpin oleh Bapak DRS. H. SUPRIYADI, M.Si, selaku Camat Senapelan Kota Pekanbaru yang tentunya sangat mengerti betul dengan sejarah peristiwa Sumpah Pemuda pada 82 tahun. Sebelum beliau memulai membacakan amanat, beliau mengucapkan sebuah kata mutiara “Tengoklah hari kemarin agar hari esok lebih cerah”.
Kalimat ini memang pantas kita resapi betul, karena hari ini sudah tahun ke 82 nya kita bertemu dengan hari peringatan sumpah pemuda. Coba kita tengok kembali pada tanggal 28 Oktober 1928. Peristiwa tersebut merupakan peristiwa bersejarah bagi kita semua. Sumpah yang dirumuskan oleh para pemuda-pemudi tersebut patut kita pahami agar kita bisa menjadi generasi yang lebih baik dan bisa diandalkan di masa mendatang.

Sebagai generasi penerus, kita harus membuang jauh-jauh sesuatu yang bisa membuat negara kita menjadi hilang kebudayaannya dan hilang rasa solidaritas kita kepada sesama. Jaga rasa persatuan kita agar kita tidak terpecah belah dan usahakan agar jiwa dan hati kita menyatu untuk Indonesia yang lebih baik.
Saya sebagai siswa di lingkuan Yayasan Nurul Falah Pekanbaru berjanji:
~ lebih menghormati, menghargai orang tua dan guru
~ akan meningkatkan intensitas belajar saya
~ selalu berusaha untuk tetap tidak pernah terlambat sekolah
~ tidak akan pernah membolos
Isi dari sumpa pemuda
Pertama
Kami Putra dan Putri Indonesia mengaku bertanah air satu, tanah air Indonesia

Kedua
Kami Putra dan Putri Indonesia mengaku berbangsa satu, bangsa Indonesia

Ketiga
Kami Putra dan Putri Indonesia mengaku berbahasa satu, bahasa Indonesia

Sejalan dengan itu, dipunghujung kegiatan upacara Hari Sumpah Pemuda yang juga dihadiri tokoh masyarakat Kemudian penanaman bibit tanaman tersebut langsung ditanam di lingkungan Lapangan Bukit Senapelan yang dimulai oleh Camat. Bibit tanaman ini sebagai penghijauan di Lapangan Bukit Senapelan.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.